Jakarta (KABARIN) - Pelatih tim nasional Irak Graham Arnold mengajukan permohonan kepada FIFA agar pertandingan playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 dijadwal ulang karena konflik di Timur Tengah menghambat persiapan timnya dan menyulitkan pemain untuk meninggalkan Irak.
“Mohon bantu kami dengan pertandingan ini karena saat ini kami kesulitan mengeluarkan para pemain kami dari Irak,” ujar Arnold dikutip dari AAP di Jakarta, Senin.
Irak seharusnya bertemu pemenang playoff antara Suriname dan Bolivia dalam laga penentu yang digelar di Monterrey, Meksiko pada 31 Maret.
Pertandingan ini akan menentukan apakah Irak berhasil kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986.
Namun persiapan tim Lions of Mesopotamia terganggu karena ruang udara Irak diperkirakan baru dibuka kembali pada 1 April 2026, sehari setelah jadwal playoff.
Arnold menjelaskan sekitar 60 persen pemain inti berasal dari liga domestik Irak, sementara banyak staf pelatih dan ofisial tim masih berada di dalam negeri dan belum bisa meninggalkan negara tersebut.
Kamp pelatihan prapertandingan yang awalnya direncanakan di Houston, Amerika Serikat, terpaksa ditunda karena ketidakpastian visa dan perjalanan.
“Menurut saya, jika FIFA menunda pertandingan itu, kami punya waktu untuk mempersiapkan diri dengan baik,” kata Arnold.
Ia mengusulkan agar Suriname melawan Bolivia tetap digelar bulan ini, sedangkan Irak baru menghadapi pemenangnya menjelang Piala Dunia di Amerika Serikat.
“Biarkan Bolivia melawan Suriname bulan ini, lalu seminggu sebelum Piala Dunia kami bermain melawan pemenangnya di Amerika Serikat,” ujar Arnold.
Serikat pemain global FIFPro juga menyuarakan kekhawatiran terkait keselamatan pemain di tengah situasi keamanan yang tidak menentu.
“Keselamatan pemain harus menjadi prioritas bagi semua pihak saat ini,” kata Presiden FIFPro untuk kawasan Asia dan Oseania Beau Busch.
Sekretaris Jenderal FIFPro Alex Phillips menekankan bahwa keputusan soal pertandingan harus mempertimbangkan faktor keselamatan pemain.
Tingkat jaminan keamanan bagi para pemain akan menjadi pertimbangan utama untuk menentukan apakah laga bisa tetap digelar sesuai jadwal.
Arnold berharap dapat membawa Irak kembali ke Piala Dunia setelah hampir empat dekade menunggu, namun ia mengakui sulit menurunkan skuad terbaik tanpa para pemain inti yang masih berada di dalam negeri.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026